Islam Untuk Semua Umat

Monday, September 30, 2013

Timur Lenk Di Akhirat



Timur Lenk meneruskan perbincangan dengan Nasrudin soal kekuasaannya.

"Nasrudin! Menurutmu, di manakah tempatku di akhirat, menurut kepercayaanmu? Apakah aku ditempatkan bersama orang-orang yang mulia atau yang hina?"

Bukan Nasrudin kalau ia tak dapat menjawab pertanyaan 'semudah' ini.

"Raja penakluk seperti Anda," jawab Nasrudin, "Insya Allah akan ditempatkan bersama raja-raja dan tokoh-tokoh yang telah menghiasi sejarah."

Timur Lenk benar-benar puas dan gembira. "Betulkah itu, Nasrudin?"

"Tentu," kata Nasrudin dengan mantap. "Saya yakin Anda akan ditempatkan bersama Fir'aun dari Mesir, raja Namrudz dari Babilon, kaisar Nero dari Romawi, dan juga Jenghis Khan."

Entah mengapa, Timur Lenk masih juga gembira mendengar jawaban itu.


Kisah Kisah Nasruddin Hoja




Lintas Islam humor, tashawuf
Thursday, September 26, 2013

Yang Benar-Benar Benar


Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa. Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar:

"Aku rasa engkau benar."

Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara selesai, Nasrudin kembali berkomentar:

"Aku rasa engkau benar."

Petugas mengingatkan Nasrudin bahwa tidak mungkin jaksa betul dan sekaligus pengacara juga betul. Harus ada salah satu yang salah ! Nasrudin menatapnya lesu, dan kemudian berkomentar:

"Aku rasa engkau benar."


Kisah Kisah Nasruddin Hoja




Lintas Islam humor, tashawuf
Monday, September 23, 2013

Yang Tersulit



Salah seorang murid Nasrudin di sekolah bertanya, "Manakah keberhasilan yang paling besar: orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?"

"Nampaknya ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya," kata Nasruddin.

"Apa itu?"

"Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya."


Kisah Kisah Nasruddin Hoja




Lintas Islam humor, tashawuf
Thursday, September 19, 2013

Nasib Dan Asumsi


"Apa artinya nasib, Mullah ?"

"Asumsi-asumsi."

"Bagaimana ?"

"Begini. Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak begitu. Nah itu yang disebut nasib buruk. Atau, engkau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya. Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi, kemudian engkau kehilangan intuisi atas apa yang akan terjadi, dan akhirnya berasumsi bahwa masa depan tidak dapat ditebak. Ketika engkau terperangkap di dalamnya, maka engkau namakan itu nasib."


Kisah Kisah Nasruddin Hoja




Lintas Islam humor, tashawuf
Monday, September 16, 2013

Pesan & Wasiat Habib Munzir

Tulisan ini diambil dari blog habib Munzir, http://majeliskecil.wordpress.com/, yang diposkan pada tanggal 6 Mei 2011.

"Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepuk pundakku… tenang dan sabarlah.. sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku. Usia saya kini 37 tahuh pada 23 feb 73, dan usia saya 38 tahun pada 19 muharram ini.” 

_________________________________________________________________________


Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Berikut ini kami sampaikan pesan dari Habib Munzir Almusawa yang kami dapat dari kawan-kawan pecinta Majelis Rasulullah.

PESAN & WASIAT HABIB MUNZIR (mohon dibaca & mohon doanya)
Bagikan
Kemarin jam 18:07
Wasiat Dan Pesan Habibana
Hari ini jam 9:40
Forwardkan pada kekasih kekasihku di milis..

Malam ini aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…
Dihadapanku acara esok malam di monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit dikepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…
Malam minggu biasanya kutemui 15-20 ribu muslimin, namun tubuh yg sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yg kukira akan menemui jamaah yg lebih banyak..
Ternyata yg kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipangggung dan terserah apa yg akan terjadi..
Dg tubuh yg terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yg terus menjadi jadi
Aku terus menoleh kekiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri disekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja
Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…

Ceramah selesai ,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dg lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka
Aku membatin memandangi jumlah yg sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..

Sampai dimarkas kerebahkan tubuh penuh derita dg hati yg hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara monas, bagaimana nasibmu munzir….!, adakah akan seperti ini ini…????, hujan akan turun dan kau terpaku kecewa dihadapan guru mulia..???

Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tidak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yg jaub lebih berat..
Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tdk ada apa2, banyak restoran padang dan penjual makanan masih tutup pula karena liburan panjang..,
Baiklah, buatkan indomi saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..
Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang dg obat penahan sakit yg saya berikan, habib harus segera ke rscm untuk suntik otak…
Berkali kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…
Dihadapankau acara monas, pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dg beban berikutnya, 12 rabiul awal pada 26 februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 rajab isra mikraj..!, lalu nisfu sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR dibulan juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yg lalu, aku berdiri dg pakaian lusuh bagai kuli yg bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : “semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah kedalam kemahku dan istirahatlah…
Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata: kalau aku bisa keluar dan masuk kesini kapan saja, tapi engkau wahai munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..
Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah) , tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dg ku…, makan dan minum bersamaku .. masuklah,,,
Lalu aku berkata : lalu bagaimana dg Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku: wafatmu akan membangkitkan ribuan hati utk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!
Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata : mari… kuantar kau masuk.. mari…
Maka kutepis tangannnya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..
Aku terbangun…

Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak bertentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..
Kukatakan padanya : belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja.

Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepu pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapaii 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku”
Usia saya kini 37 tahun pada 23 feb 73, dan usia saya 38 tahun pada 19 muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dg penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala..

Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dg perjumpaan yg abadi..
Amiin..

Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yg kuminta..

Semoga Allah panjangkan umur beliau untuk berdakwah di jalan Allah dan Rasulullah. Amin.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




Lintas Islam tashawuf, tokoh

Miskin Dan Sepi


Seorang pemuda baru saja mewarisi kekayaan orang tuanya. Ia langsung terkenal sebagai orang kaya, dan banyak orang yang menjadi kawannya. Namun karena ia tidak cakap mengelola, tidak lama seluruh uangnya habis. Satu per satu kawan-kawannya pun menjauhinya.

Ketika ia benar-benar miskin dan sebatang kara, ia mendatangi Nasrudin. Bahkan pada masa itu pun, kaum wali sudah sering [hanya] dijadikan perantara untuk memohon berkah.

"Uang saya sudah habis, dan kawan-kawan saya meninggalkan saya. Apa yang harus saya lakukan?" keluh pemuda itu.

"Jangan khawatir," jawab Nasrudin, "Segalanya akan normal kembali. Tunggu saja beberapa hari ini. Kau akan kembali tenang dan bahagia."

Pemuda itu gembira bukan main. "Jadi saya akan segera kembali kaya?"

"Bukan begitu maksudku. Kau salah tafsir. Maksudku, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kau akan terbiasa menjadi orang yang miskin dan tidak mempunyai teman."


Kisah Kisah Nasruddin Hoja



Lintas Islam humor, tashawuf
Thursday, September 12, 2013

Mimpi Relijius

Nasrudin sedang dalam perjalanan dengan pastur dan yogi. Pada hari kesekian, bekal mereka tinggal sepotong kecil roti. Masing-masing merasa berhak memakan roti itu. Setelah debat seru, akhirnya mereka bersepakat memberikan roti itu kepada yang malam itu memperoleh mimpi paling relijius. Tidurlah mereka.

Pagi harinya, saat bangun, pastur bercerita: "Aku bermimpi melihat kristus membuat tanda salib. Itu adalah tanda yang istimewa sekali."

Yogi menukas, "Itu memang istimewa. Tapi aku bermimpi melakukan perjalanan ke nirwana, dan menemui tempat paling damai."

Nasrudin berkata, "Aku bermimpi sedang kelaparan di tengah gurun, dan tampak bayangan nabi Khidir bersabda 'Kalau engkau lapar, makanlah roti itu.' Jadi aku langsung bangun dan memakan roti itu saat itu juga."


Kisah Kisah Nasruddin Hoja



Lintas Islam humor, tashawuf
Monday, September 9, 2013

Jangan Terlalu Dalam


Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi -- kita tahu -- menyogok itu diharamkan. Maka Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.

Nasrudin menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim. Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Nasrudin.

Nasrudin kemudian bertanya, "Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan ?"

Hakim tersenyum lebar. "Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya." Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. "Wah, enak benar mentega ini!"

"Yah," jawab Nasrudin, "Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam." Dan berlalulah Nasrudin.


Kisah Kisah Nasruddin Hoja





Lintas Islam humor, tashawuf

Nasruddin Hoja: Karakter Lucu, Berani, dan Sarat Hikmah



Nasrudin Hoja merupakan tokoh kocak pada kisah sufistik yang dikenal di seluruh dunia, terutama di negara-negara berpenduduk Muslim. Setiap kisah selalu menampilakannya dalam kondisi yang berbeda-beda melalui ide dan cara pandang humoris dan mengekpos komentar berani namun kocak dan penuh dengan hidup. Yang paling menarik dari cerita-cerita tokoh ini adalah meski lucu namun sarat dengan makna filosofis, sufistik; menggelitik nalar dan hati nurani.

Menurut berbagai sumber, sufi yang hidup di kawasan sekitar Turki pada abad-abad kekhalifahan Islam hingga penaklukan Bangsa Mongol ini merupakan seorang filosof yang bijak dan penuh dengan cita rasa humor. Kisah-kisah Nasrudin telah dikenal hampir di seluruh belahan dunia. Tentu saja, seluruh kisah tentang Hoja dengan rentang waktu lebih dari 7 abad, tidak semua asli darinya. Kebanyakan merupakan produk budaya humor secara kolektif bukan hanya dari Budaya Turki tapi juga dari masyarakat Islam lainnya. Meski begitu dikenal, Hoja merupakan tokoh yang masih diperdebatkan keberdaanya antara fiktif dan sejarah. Banyak teori tentang biografinya, namun sayangnya belum cukup memberikan data yang valid. 

Sejak Abad ke-16, tokoh ini semakin populer karena ia menawarkan alternatif kepada masyarakat yang mulai bosan terhadap segala hal yang sifatnya formal dan kaku. Kisah tentang Nasrudin Hoja pada awalnya ditemukan dalam beberapa manuskrip pada awal abad ke-15. Cerita pertama ditemukan dalam Ebu'l-Khayr-i Rumis Saltuk-name (1480). Dalam buku tersebut dikatakan bahwa Nasrudin merupakan murid sufi dari Seyyid Mahmud Hayrani di Aksehir, barat laut Turki modern.

Pada abad ke-19, Mufti Sivrihisar, Huseyin efendi, menulis dalam Mecmua-i Maarif bahwa Nasrudin lahir pada 1208 di desa Hortu (sekarang disebut Nasreddin Hoca Koyu) bagian dar Sivrihisar dan meninggal 1284 di Aksehir, setelah hijrah ke sana. Menurut sumber ini, Hoja belajar di SIvrihisar dan madrasah Konya. Hoja belajar fiqh serta belajar tasawuf langsung pada Mawlana Jala al-Din al-Rumi (1207-1273) di Konya. Kemudian Hoja mengikuti Seyyeid Mahmud Hayrani, sebagi guru sufi keduanya, hijrah ke Aksehir dan menikah di sana. Konon, sewaktu masih muda, Nasrudin selalu membuat ulah yang menarik bagi teman-temannya, sehingga mereka sering lalai akan pelajaran sekolah. Maka gurunya yang bijak bernubuwat: “Kelak, ketika engkau sudah dewasa, engkau akan menjadi orang yang bijak. Tetapi, sebijak apa pun kata-katamu, orang-orang akan menertawaimu.” Ramalan pun menjadi kenyataan, di Aksehir, Hoja menjadi Imam dan hakim. Karena rasa humor yang tinggi dan ulasan-ulasanya yang cemerlang, ia menjadi sangat tersohor dan terkemuka di kota itu.

Kisah-kisah Nasrudin Hoja dikenal di seluruh Timur Tengah yang tentu kemudian diwarnai dengan budaya di mana cerita itu berkembang. Yang jelas, kebanyakan kisah Nasrudin diceritakan sebagai kisah lucu dan anekdot. Kisah-kisah ini tidak henti-hentinya diceritakan baik di kafe, di tempat orang-orang berkumpul untuk ngobrol, serta di rumah sebagi bahan cerita untuk anak. Meski begitu akrabnya kisah Hoja dengan masyarakat, satu karakter yang tetap melekat pada kisah Hoja ini adalah inti yang terkandung dari kisah lucu tersebut hanya orang-orang pada level inteletual tertentu yang mampu memahaminya. Kisah-kisah lucu namun kaya akan pesan moral, biasanya bahkan penuh dengan pesan-pesan spiritual yang mencerahkan dan tak jarang juga memuat perilaku dan jalan menuju maqam makrifatullah. Karena itulah, tak jarang kisah-kisah Hoja ini menjadi materi pengajian sufi. 

Kisah-kisah Hoja juga sarat dengan sindiran dan kritik yang cukup berani terhadap tirani dan kekuasan serta ketimpangan sosial dan egoisme elit. Karena itulah, Nasrudin merupakan simbol keberanian, penentangan, sarkastis, ironis, dan komedi kritis di Timur Tengah. 

Di Indonesia, kemasyhuran Nasrudin Hoja hampir tidak kalah dengan Abu Nawas. Di tengah dahaga kaum Muslim Indonesia akan nilai-nilai spiritual, beberapa buku yang memuat kisah-kisah Nasrudin Hoja pun laris manis di pasaran.

Berikut adalah salah satu contoh kisahnya yang lucu dan penuh sindiran terhadap penguasa:

Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata,

"Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya."

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin.

"Demikianlah," kata Nasrudin, "Keledaiku sudah bisa membaca."

Timur Lenk mulai menginterogasi, "Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?"

Nasrudin berkisah, "Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul untuk membalik-balik halaman buku dengan benar."

"Tapi," tukas Timur Lenk tidak puas, "Bukankah ia tidak mengerti apa yang dibacanya ?"

Nasrudin menjawab, "Memang demikianlah cara keledai membaca; hanya membalik-balik halaman tanpa mengerti isinya. Kalau kita membuka-buka buku tanpa mengerti isinya, berati kita setolol keledai, bukan ?"

Itulah satu contoh kisah humor sufistik dari Hoja, dan masih ada ratusan cerita lucu penuh makna yang dikaitkan dengan tokoh kita yang satu ini.

Republika online





Lintas Islam tashawuf, tokoh
Thursday, September 5, 2013

Pelajaran dari Krisis Politik di Arab

Tidak akan lama lagi mungkin Suriah akan berhasil dilumpuhkan oleh koalisi NATO - Amerika, Inggris, Israel dan Turki - dibantu oleh partner-partner negara Arab mereka: Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab. Besar kemungkinan tidak akan lama lagi mereka akan mengarahkan senjata mereka ke Iran. Ini makin membenarkan prediksi dan analisis yang dibuat oleh Michel Chossudovsky dalam bukunya: America’s “War on Terrorism”. Oleh karena itu sebelum saya lanjutkan, siapa pun Anda - nasionalis, liberalis, sekularis, Syiah, Wahabi, Sunni, dll - cobalah endapkan ego anda lebih dulu. Mungkin yang baru mengenal saya, Anda akan menuduh saya sebagai fanatis, separatis, atau anti Wahabi. Itu tidaklah penting, yang lebih penting adalah apa yang harus kita perbuat bila saja krisis yang terjadi di semenanjung Arab akan terjadi di Asia, nanti - mungkin tidak lama lagi. Bagi saya, lebih baik berbicara lugas daripada "bertanam tebu di bibir". Budaya topeng adalah budaya kolot yang menghalangi kita untuk melihat permasalahan secara jujur dan obyektif. Mungkin saat ini Anda melihat krisis di Arab adalah akibat dari sikap turunan bangsa Arab yang suka dengan perang suku, sampai Anda menyadari kelak bahwa bangsa Anda sendiri ternyata tidak lebih baik dari bangsa Arab. Masih ingat konflik di Poso? di Ambon? Timor-timur? Irian? Aceh? Madura di Kalimantan? apakah konflik tersebut hanya dipicu oleh sikap bangsa kita dulu yang suka perang suku? atau memang masuk dalam skenario global? dulu berbagai konflik di tanah air sempat membuat kita putus asa, sepertinya Indonesia akan terpecah-belah menjadi negara-negara kecil seperti di semenanjung Balkan. Hmmm mungkin Anda mulai mencoba untuk berandai-andai bila konflik-konflik tersebut adalah test case dari skenario global: politik adu domba, devide et impera kata guru olah raga dulu. "Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat". Eh salah, itu mah ora et labora ya?? Dalam suatu berita koran yang saya baca waktu itu, banyak veteran perang Afghanistan yang tiba-tiba ada di Poso dan Ambon untuk ikut berperang. Dalam berita koran yang saya baca mengenai konflik Suriah, kejadiannya juga mirip. Seorang ibu yang diwawancarai mengatakan: "Para pemberontak tersebut sebelumnya datang dan menjadi tetangga kami, tetapi kemudian mereka ingin membunuh kami".

Saya pertama kali membaca buku Michel Chossudovsky tersebut di perpustakaan di Amerika, sekitar kejadian tragedi 9/11. Tahunnya saya lupa, tetapi edisi pertama buku tersebut diterbitkan pada tahun 2001. Saat ini saya memiliki copy edisi kedua-nya, terbitan tahun 2005. Ketika pertama kali membaca buku tersebut, saya kagum dengan negara Paman Sam ini: buku yang ditulis untuk mengecam dan menceritakan kebusukan pemerintah mereka bebas dipublikasikan dan dibaca umum. Maklum, saya berasal dari negara pak Harto yang berhasil meyakinkan saya bahwa kejadian tersebut tidak mungkin bisa terjadi di Indonesia... Tetapi yang menguntungkan pemerintah sana: lebih banyak penduduk Amerika yang tidak peduli dengan politik daripada penduduk Indonesia. Jadi walaupun bukunya diterbitkan dan dipublikasikan secara bebas, tidak banyak warga Amerika yang membacanya. Jadi Anda jangan terburu-terburu menyimpulkan bahwa seluruh bangsa Amerika adalah jahat dalam menyikapi konflik global yang diciptakan oleh pemerintah mereka - seperti yang disimpulkan oleh Osama dkk. Banyak dari mereka yang tidak tahu permasalahan sebenarnya, karena tidak punya interest untuk tahu permasalahaan sebenarnya. Mereka lebih suka disibukkan untuk mencari duit, mengejar mimpi untuk bisa menjadi orang kaya sedunia. Alangkah bahagianya mereka, tidak seperti negara-negara kecil seperti Indonesia yang suatu saat akan menjadi korban kebrutalan imperialisme Barat berikutnya, sehingga kita harus tetap memasang mata dan telinga. 

Menurut Michel Chossudovsky (MC) - pada saat itu Paman Sam sedang menyerang Afghanistan - serangan AS ke Afghanistan adalah rencana selanjutnya untuk menguasai jalur pipa minyak dunia oleh imperialis Barat. Pada saat negara-negara komunis masih berjaya, jalur-jalur pipa minyak dari negara-negara Arab yang melintas Eropa Timur ini dikuasai oleh negara-negara komunis Eropa Timur, sehingga Eropa Barat dan AS tidak bisa menikmati akses terhadap pipa-pipa minyak tersebut. Dengan menciptakan konflik Balkan dan memecah-belah Soviet komunis menjadi negara-negara kecil, AS sudah bisa mendapatkan akses pipa minyak yang melalui Eropa Timur tersebut. Lalu AS melanjutkan misinya untuk menguasai Afghanistan. Jalur pipa minyak Afghanistan dulu dikuasai oleh Soviet dan saat itu telah dikuasai oleh Taliban. Afghanistan adalah pintu masuk ke pipa-pipa minyak negara-negara Arab. Pada tahap ini, awalnya saya meragukan analisis MC karena ia adalah 'orang kiri', sehingga penilaiannya lebih "kekiri-kirian".

Seperti yang telah kita saksikan, target perang AS dan sekutunya berikutnya adalah negara-negara di semenanjung Arab. Semua akses minyak yang dulu terhalang bagi AS seperti di Irak, Libya, Suriah, dll sekarang sudah terbuka. Arab kalah perang. Tentu saja orang-orang Arab kalah perang, soalnya kalau tiarap pantat mereka nggak bisa rata dengan tanah. Dongkraknya, boo...

Sukses di negara-negara Arab, AS dan sekutunya akan melanjutkan misi imperialisme mereka ke semenanjung Asia. Negara pertama yang akan dituju adalah Iran. Anda sudah tahu bahwa selama ini Iran tidak menjual minyaknya ke negara-negara Barat. Iran menjual paling banyak minyaknya melalui jalur pipa minyak yang mengarah ke Cina dan berikutnya Cina dan negara-negara di Asia Selatan akan menjadi target perang berikutnya. Jika ini memang benar-benar akan diwujudkan oleh pasukan imperialis Barat, maka mungkin waktunya tidak akan lama lagi. Siklus krisis ekonomi di negara-negara Asia mungkin akan berulang kembali di sekitar tahun 2016, 2017 atau 2018. Saat itulah negara-negara yang terkena krisis sedang puyeng-puyengnya menghadapi krisis, lalu ditambahi kerjaan dengan berbagai tekanan politik dari dalam dan luar negeri. Akan ada perang dan perjuangan untuk mendirikan negara Islam independen oleh pasukan-pasukan Al Qaeda yang ditanam di Cina, sehingga Cina akan terpecah-pecah menjadi negara-negara kecil. "Jangan bermimpi Cina akan menjadi negara super power baru, rival dari Paman Sam" - kata Paman Sam.

Apakah pada tahun-tahun tersebut, Indonesia akan kembali terkena dampak krisis? Mene ketehe... Akibat krisis tahun '98, Timor-timur lepas dari NKRI. Mungkin Anda berpikir bahwa kasus lepasnya Timor-timor penyebabnya adalah lain, sampai Anda menyadari bahwa konflik yang terjadi secara global ini adalah memiliki pengarang cerita yang sama dengan skenario yang berbeda-beda. Tujuannya juga sama: MINYAK. Pada krisis Balkan, isunya adalah perjuangan untuk mendirikan negara Islam independen. Pada krisis di Arab atau Balkan 2, lebih variatif. Ada isu demokrasi, menjatuhkan pemimpin diktator, konflik Sunni-Syiah, dll. Pada krisis di Asia selatan atau Balkan 3 mungkin isunya adalah juga perjuangan mendirikan negara Islam independen, atau konflik Islam dengan Budha (test case di Rohingya), konflik Islam dengan Hindu, dll.

Siapakah pasukan yang membantu AS dan sekutunya untuk menciptakan konflik di Balkan? di Afghanistan? Lalu kemudian di Arab? Kalau Anda tidak mengetahui bahwa Al Qaeda lah yang selama ini membantu AS dan sekutunya mewujudkan skenario geopolitik global tersebut, Anda adalah seorang yang naif. Atau sederhananya, Al Qaeda telah diperalat - baik disetujui atau tidak disetujui oleh Al Qaeda sendiri - untuk melakukan perang atas nama Paman Sam. Pasukannya adalah sukarelawan jihad dari berbagai penjuru negeri. Di mana ada jihad oleh pasukan Al Qaeda, di negara itulah pasukan AS dan sekutunya akan melancarkan operasi militer - dari Balkan 1, Balkan 2, sampai nanti di Balkan 3. Ideologi di belakang Al Qaeda adalah doktrin Wahabi. Sorry ye, ane bukan sektarian. Tetapi ketika bicara tentang dinamika politik, sepertinya saya harus secara jelas menyebut "nama orang", sebagaimana dua organisasi tersebut juga disebutkan di dalam bukunya MC. Wahabi adalah organisasi yang dilahirkan oleh Inggris dan Al Qaeda adalah organisasi yang dilahirkan oleh AS untuk kepentingan geopolitik mereka. Silakan baca buku sejarah secara lebih lengkap dan teliti untuk membuktikan bahwa pernyataan tersebut adalah salah. Realitasnya adalah Muslim telah diadu domba dengan saudara-saudara mereka sendiri atau dengan kelompok lain - baik anda ketahui dan setujui atau tidak.

Al Qaeda hanyalah salah satu tema yang akan digunakan oleh imperialis Barat, tetapi masih banyak tema lain yang akan digunakan sesuai dengan konflik alami yang sudah ada di negara-negara target perang global tersebut. Mungkin sebentar lagi, kita akan terjebak perang sipil dengan tetangga-tetangga kita sendiri.







Lintas Islam politik